Persatuan Islam Cicalengka Jl. Raya Timur Km. 33 Cicalengka · HP 0899 5092 479

Persatuan Islam Cicalengka

Informasi, kegiatan & dakwah Persatuan Islam Cicalengka
Logo Persis
Salurkan Zakat, Infak, Fidyah dan Sadaqah ke Laz Persis Berbagi melalui Lembaga Amil Zakat Persatuan Islam
Jadwal Adzan Bandung
Memuat jadwal...
Menghitung...
Memuat jadwal...
Memuat tanggal Masehi...
Memuat tanggal Hijriyah...

Persatuan Islam Cicalengka

Website informasi kegiatan, berita, dokumentasi, dan komunikasi Persatuan Islam Cicalengka.

Lihat Kegiatan Hubungi Kami

Profil

Selamat datang di website Persatuan Islam Cicalengka. Halaman ini menjadi pusat informasi untuk berita, kegiatan, dokumentasi, dan pengumuman organisasi.

اللهُ يَأْخُذُ بِأَيْدِينَا إِلَّا مَا فِيهِ خَيْرٌ لِلْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ

Alamat
Jl. Raya Timur Km. 33 Cicalengka
Nomor HP
0899 5092 479

Berita & Kegiatan

Beristighfarlah engkau kepada Allah



Nasehat Imam Hasan Al Basri

Kisah yang paling masyhur dari Imam Hasan al-Basri tentang orang yang mengadukan masalah hidupnya. Dikenal dengan Kisah 4 Orang dan Istighfar.

Teks lengkapnya seperti ini:

Suatu ketika datang seseorang kepada Imam Hasan al-Basri mengadukan masalahnya.

Orang pertama datang mengadukan musim paceklik, kemarau panjang dan kekeringan. Kemudian Hasan al-Basri berkata kepadanya: "Istighfarlah engkau kepada Allah."

Kemudian orang kedua datang mengadukan tentang kemiskinannya, hidupnya susah. Hasan al-Basri juga berkata kepadanya: "Istighfarlah engkau kepada Allah."

Datang lagi orang ketiga mengadukan kondisinya yang tidak kunjung dikaruniai anak. Hasan al-Basri berkata kepadanya: "Istighfarlah engkau kepada Allah."

Datang lagi orang keempat mengadukan tentang kebunnya yang kering, tidak menghasilkan panen. Kemudian Hasan al-Basri berkata kepadanya: "Istighfarlah engkau kepada Allah."

Semua keluhan dijawab dengan jawaban yang sama: Istighfar.

Melihat itu, murid beliau ar-Rabi' bin Shabih penasaran dan bertanya:

"Wahai Syaikh Hasan al-Basri, tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau memerintahkan mereka semua agar beristighfar, mengapa demikian?"

Maka Imam Hasan al-Basri menjawab:

"Aku tidak menjawab berdasarkan pikiranku sendiri, tetapi karena Allah Subhanahu wa ta'ala telah mengatakan dalam firman-Nya di Surat Nuh ayat 10-12:

 


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا، وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ، وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا


 

Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'" (QS. Nuh: 10-12)

Jadi menurut beliau, semua masalah hidup itu — kekeringan, kemiskinan, tidak punya keturunan, dan kebun yang mati — solusinya sudah Allah jelaskan kuncinya adalah istighfar.

Riwayat ini disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubi dan banyak kitab-kitab zuhud.